Bogor-Program Studi Sarjana Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Militer, Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) telah melaksanakan Kuliah Pakar dengan tema “Integrated System for Sustainable Energy” yang bertempat di Ruang Teater Gedung Auditorium Kampus Unhan RI, Sentul, Bogor. Kegiatan kuliah pakar ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Rusmanto, S.T., M.T dan Setyo Hanandiko, S.T., M.M. dari PT Langgeng Ciptalindo, sebuah perusahaan konsultan dan rekayasa energi terintegrasi yang berpengalaman dalam konservasi energi, desain sistem uap, perpipaan, instalasi, hingga audit energi. Bapak Zarkoni, S.T., dari PT. Reka Indonesia Service merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang teknik konstruksi dan dilaksanakan pada hari Kamis (04/09/2025).
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Dr. Ir. Ence Darmo Jaya Supena, M.Si, selaku Dekan Fakultas MIPA Militer Unhan RI, yang menyampaikan bahwa Unhan RI berkomitmen dalam mendukung penerapan “Integrated System for Sustainable Energy”. Komitmen ini sejalan dengan Asta Cita negara Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi serta menjaga keberlanjutan lingkungan. Beliau menekankan bahwa sumber daya alam Indonesia memiliki potensi besar tidak hanya sebagai energi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Selain itu, pemanfaatan limbah sebagai sumber energi menjadi salah satu solusi strategis dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pada kesempatan tersebut, beliau juga mendorong para kadet mahasiswa agar mampu berinovasi di bidang energi berkelanjutan, sehingga dapat berkontribusi nyata bagi pertahanan dan pembangunan nasional di masa depan.
Pada kesempatan pertama, diawali dengan sambutan oleh narasumber pertama Rusmanto, S.T., M.T selaku Direktur Pt. Langgeng Ciptalindo, dilanjut oleh narasumber kedua, Setyo Hanandiko, S.T, memaparkan materi yang menekankan bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat dalam menghadapi perubahan iklim, salah satunya dengan target mencapai Net Zero Emission (NZE) sektor energi pada tahun 2060. Upaya ini diwujudkan melalui transisi energi berkelanjutan yang mencakup konservasi energi, pemanfaatan sumber energi terbarukan, serta penerapan kebijakan dan regulasi nasional. Dalam hal ini, klasifikasi pengguna energi dibagi menjadi tiga, yaitu 1) penyedia energi, 2) pemakai energi pada sektor industri dan transportasi, serta 3) pemakai energi pada gedung dan bangunan. Ketiga kelompok tersebut diwajibkan melaksanakan manajemen energi, sedangkan pengguna energi dengan konsumsi di bawah ambang batas diimbau untuk melaksanakan manajemen energi atau minimal melakukan penghematan energi.
Lebih lanjut, beliau memperkenalkan konsep Energy Management System (EnMS) ISO 50001 sebagai standar internasional dalam mengelola energi secara efisien. EnMS mencakup kebijakan energi, perencanaan, implementasi, pemantauan, evaluasi, dan peningkatan berkelanjutan. beliau juga menegaskan bahwa penerapan manajemen energi di Indonesia telah diperkuat melalui PP No. 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi, yang menjadi dasar hukum dalam mendorong konservasi dan efisiensi energi di seluruh sektor. Dengan implementasi manajemen energi yang konsisten, diharapkan sinergi antara penyedia energi, sektor industri dan transportasi, serta pengelola gedung dan bangunan dapat mempercepat terwujudnya sistem energi berkelanjutan dan mendukung tercapainya NZE 2060.
Narasumber ketiga, Zarkoni, S.T., M.M, menyampaikan materi berjudul “Mengapa Air Itu Bermasalah?”. Beliau menjelaskan bahwa air, meskipun vital bagi kehidupan dan sektor energi, sering menghadapi berbagai permasalahan seperti adanya kontaminan organik, logam berat, maupun mikroorganisme yang memengaruhi kualitasnya. Ukuran partikel dalam air yang bervariasi memerlukan penanganan dengan media filtrasi yang berbeda, mulai dari pasir, karbon aktif, hingga membran berteknologi tinggi, yang dijelaskan melalui konsep particle spectrum. Beliau juga menyoroti perbedaan antara air permukaan (surface water) yang rentan terhadap pencemaran lingkungan dengan air sumur (well water) yang lebih terlindungi namun berpotensi mengandung mineral atau zat tertentu. Permasalahan ini berdampak langsung pada berbagai sektor industri (industries served), termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir yang membutuhkan standar kualitas air sangat tinggi demi menjaga keamanan dan efisiensi operasional. Untuk itu, menurutnya, diperlukan kolaborasi antar sektor publik dan swasta dalam mengembangkan teknologi pengolahan air, seperti sistem filtrasi multi-lapis, teknologi membran, dan pemanfaatan energi terbarukan, agar tantangan tersebut dapat diatasi sekaligus mendukung ekosistem energi berkelanjutan.
Kegiatan kuliah pakar ini dihadiri oleh para Dosen, Staf, serta para Kadet Mahasiswa dari Program Studi Sarjana Kimia Fakultas MIPA Militer Unhan RI. Kuliah pakar ini turut menyoroti peran strategis lulusan sarjana, khususnya dari bidang kimia, dalam transisi energi. Lulusan diharapkan mampu berperan sebagai energy manager, energy auditor, konsultan energi, maupun pelaku bisnis konservasi energi. Kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan industri melalui kuliah pakar, magang, audit energi, hingga riset bersama menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh wawasan sekaligus inspirasi baru untuk terus berinovasi dalam mendukung terwujudnya pengembangan energi berkelanjutan yang terintegrasi. Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan cinderamata oleh Kepala Program Studi Kimia Militer, Kolonel Tek Dr. Gunaryo, S.T., M.T., kepada para Narasumber dan foto bersama.




